![]() |
| Foto: Ketua IKADA Dr. Sipri Radho Tolly ( kiri) bersama Ketua Dewan Pembina Frans Dima Lendes |
KUPANG – Ketua Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang, Dr. Sipri Radho Tolly, bersama jajaran Badan Pengurus menyatakan kesiapan penuh untuk mempertanggungjawabkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Program Kerja dan Keuangan Periode 2023–2026 dalam Forum Musyawarah Besar (MUBES) IKADA Kupang.
Forum tertinggi organisasi tersebut akan digelar pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di Aula Gedung Paroki St. Petrus TDM. MUBES ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan dan program strategis IKADA Kupang untuk periode 2026–2029.
Dr. Sipri menegaskan bahwa penyampaian LPJ bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan bentuk akuntabilitas moral dan organisatoris kepada seluruh anggota. Ia menyebut, sejak dilantik pada April 2023, pengurus langsung bekerja menata organisasi yang sebelumnya belum memiliki basis data anggota yang rapi maupun sistem administrasi yang kuat.
“Sebagai forum tertinggi organisasi, MUBES adalah ruang evaluasi bersama. Kami hadir dengan laporan lengkap, mulai dari program kerja, capaian kinerja tiap bidang, hingga laporan keuangan secara transparan,” tegasnya.
Capaian Strategis Selama Periode 2023–2026
Di bawah kepemimpinan Dr. Sipri Radho Tolly, IKADA Kupang mencatat sejumlah capaian penting, antara lain:
- Pendataan 46 paguyuban orang Ngada di Kupang dengan total 937 Kepala Keluarga.
- Penguatan legalitas organisasi hingga resmi berbadan hukum sebagai Ormas.
- Pembentukan dan penguatan Sanggar Budaya IKADA Kupang.
- Pelaksanaan ja’i massal dan syukuran Reba setiap tahun.
- Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung yang mendapat apresiasi publik luas.
- Advokasi hukum terhadap anggota yang mengalami persoalan sosial dan hukum.
- Kehadiran aktif dalam setiap peristiwa duka anggota sebagai bentuk solidaritas.
Tak hanya itu, IKADA Kupang juga aktif berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah dan lembaga di NTT dalam kegiatan budaya, sosial, dan kebangsaan. Keikutsertaan dalam dialog bersama aparat keamanan, forum kebangsaan, serta keterlibatan dalam event budaya tingkat provinsi turut memperkuat eksistensi organisasi di ruang publik.
Tantangan dan Program yang Belum Terealisasi
Meski banyak capaian, Dr. Sipri secara terbuka mengakui masih ada program yang belum terlaksana optimal. Beberapa di antaranya adalah pengadaan tanah dan pembangunan sekretariat permanen IKADA Kupang, penyediaan lahan TPU khusus anggota, serta program pemberdayaan ekonomi keluarga dan bedah rumah.
“Kami menyadari keterbatasan keuangan menjadi tantangan utama. Masih terdapat tunggakan iuran anggota yang cukup besar. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkapnya.
Ia berharap forum MUBES menjadi ruang evaluasi yang jujur dan konstruktif, bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan.
Momentum Konsolidasi dan Arah Baru
Selain mendengarkan dan mengesahkan LPJ, MUBES IKADA Kupang 2026 juga akan membahas rekomendasi perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum, penguatan sistem organisasi berbasis paguyuban, serta strategi peningkatan partisipasi dan ketaatan iuran anggota.
Dr. Sipri mengajak seluruh elemen—Dewan Kehormatan, Dewan Pembina, Ketua Paguyuban, generasi muda Ngada, hingga mahasiswa PERMADA Kupang—untuk hadir dengan semangat persaudaraan.
“Mari kita jadikan MUBES ini sebagai momentum memperkuat solidaritas. IKADA bukan milik pengurus, tetapi milik seluruh warga Ngada di Kupang,” tegasnya.
Dengan semangat “Satu Hati, Satu Semangat Membangun IKADA Kupang”, forum ini diharapkan melahirkan kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi secara lebih progresif, transparan, dan berdampak langsung bagi anggota. *go
