KUPANG – Momentum Education Fair 2026 di Lippo Plaza menjadi ajang strategis bagi Universitas Persatuan Guru 1945 NTT (UPG 1945 NTT) untuk menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Nusa Tenggara Timur.
Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, SP., MM., menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya telah melahirkan sekitar 25.000 alumni yang kini tersebar dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.
“Kurang lebih 25.000 alumni kita itu tersebar dan membangun. Artinya dari kampus yang mungkin terlihat kecil ini, justru kita hadir memberi kontribusi yang real bagi bangsa dan negara, terutama bagi daerah ini,” tegasnya.
Menurut Rektor, UPG 1945 NTT memang dikenal sebagai kampus yang unik dan spesial. Ia mengibaratkan kampus tersebut seperti “cabe padi”, kecil namun memiliki kualitas dan daya saing yang kuat.
Salah satu program unggulan yang menjadi kebanggaan kampus adalah Jamkesmawa (Jaminan Kesehatan Mahasiswa). Program ini memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa biaya tambahan.
“Ketika mereka sakit, kita rawat di rumah sakit dengan rawatan terbaik sampai sembuh, dan seluruh biaya ditanggung kampus. Ini sudah kita laksanakan,” jelasnya.
Selain itu, UPG 1945 NTT juga memiliki program Gong Prestasi, yakni pemberian penghargaan khusus bagi mahasiswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni.
Mahasiswa berprestasi mendapat berbagai insentif, mulai dari pembebasan biaya kuliah, SPP, hingga biaya wisuda yang sepenuhnya ditanggung kampus.
Dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, UPG 1945 NTT terus mengembangkan riset berbasis kebutuhan daerah. Seluruh aktivitas penelitian dosen dan mahasiswa kini terintegrasi melalui skema riset dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Rektor juga mengungkapkan kerja sama riset dan pengabdian masyarakat telah dijalin dengan berbagai pemerintah daerah, termasuk dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
“Kami sudah komitmen dengan Pemerintah Kabupaten TTS untuk pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
UPG 1945 NTT juga menawarkan program Reguler B yang dirancang fleksibel bagi pekerja aktif, baik ASN, P3K, TNI, Polri, maupun pegawai swasta. Sistem pembelajaran dilakukan setelah jam kerja dan dilaksanakan secara hybrid.
Tak hanya itu, pada Maret mendatang, kampus akan membuka program S2 bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi swasta besar di Malang, mencakup Magister Pendidikan (Evaluasi Pendidikan), Magister Ilmu Hukum, dan Magister Manajemen.
“Biaya kita murah dan bisa dibayar dua kali, tapi bukan murahan. Seluruh produk sudah terakreditasi dan kami menargetkan akreditasi unggul,” tegasnya.
Saat ini, UPG 1945 NTT juga tengah memproses penguatan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal serta pengajuan izin program Magister Pendidikan ke Kemendikbud.
Rektor berharap melalui partisipasi dalam Education Fair 2026, masyarakat semakin mengenal keunggulan UPG 1945 NTT sebagai kampus yang terjangkau, berkualitas, dan berkomitmen penuh terhadap pelayanan mahasiswa. *go
