Di Education Fair 2026, Rektor UPG 1945 NTT Ungkap Program Unggulan yang Tak Dimiliki Kampus Lain

Kupang, NTT – Ajang Education Fair 2026 Bali Nusra di Lippo Plaza Kupang menjadi momentum penting bagi Universitas Persatuan Guru 1945 NTT untuk menunjukkan identitas dan daya saingnya di hadapan publik. Dalam sesi talk show yang dipandu media Pos Kupang, Rektor Ully Riwu Kaho memaparkan sejumlah program unggulan yang diklaim tidak dimiliki kampus lain di Nusa Tenggara Timur.

Rektor menegaskan, UPG 1945 NTT hadir sebagai kampus yang berdiri mandiri dengan fasilitas milik sendiri, mulai dari gedung perkuliahan, ruang belajar ber-AC, laboratorium terpadu, hingga lahan praktik sekitar satu hektare untuk Fakultas Pertanian dan FMIPA. Seluruh sarana dan prasarana tersebut dikelola langsung oleh yayasan, tanpa ketergantungan pada pihak lain.

“Kami punya rumah sendiri, kampus sendiri, dan sistem yang kami bangun dengan kualitas terjamin. Mungkin orang melihat kami kecil, tetapi seperti cabe kecil, justru dicari banyak orang,” ujarnya.

Salah satu program yang paling menyita perhatian adalah Jaminan Kesehatan Mahasiswa (Jamkesmawa). Melalui program ini, mahasiswa yang sakit akan dirujuk untuk mendapatkan perawatan medis, dan seluruh biaya ditanggung penuh oleh kampus.

Menurut Rektor, program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi sosial ekonomi mahasiswa di NTT. Banyak orang tua khawatir terhadap biaya tak terduga ketika anak sakit saat kuliah. “Orang tua tidak perlu khawatir. Anak kuliah di UPG, kalau sakit dijamin 100 persen. Ini bentuk tanggung jawab moral kampus,” tegasnya.

Program ini disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UPG 1945 NTT dalam beberapa tahun terakhir.

Selain Jamkesmawa, UPG 1945 NTT juga memiliki program Gong Prestasi, yaitu pemberian penghargaan bagi mahasiswa berprestasi akademik maupun non-akademik. Bentuk penghargaan mulai dari pembebasan biaya kuliah, bantuan pembinaan, hingga dukungan penuh sampai wisuda.

Rektor mengungkapkan bahwa banyak atlet berprestasi tingkat daerah hingga nasional, termasuk ajang PON dan SEA Games, berasal dari kampus tersebut. Mahasiswa dengan minat dan bakat tertentu dibina sejak awal masuk melalui pelatihan terstruktur dan pendampingan dosen.

“Pembinaan karier kami lakukan sejak mahasiswa baru. Kami tidak hanya mengajar, tetapi mendampingi mereka hingga siap bersaing,” jelasnya.

Dari sisi mutu akademik, seluruh program studi di UPG 1945 NTT telah terakreditasi, bahkan sebagian melalui Lembaga Akreditasi Mandiri. Status akreditasi institusi perguruan tinggi (APT) juga telah meraih predikat baik sekali.

Sistem penjaminan mutu internal dan eksternal dijalankan secara konsisten. Pelayanan administrasi berbasis ISO dan sistem informasi manajemen (SIM) keuangan sudah diterapkan secara digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan.

Saat ini, hampir 40 persen dosen telah bergelar doktor. Tahun ini, 11 dosen diberangkatkan studi lanjut S3 yang dibiayai kampus. Jabatan fungsional dosen terus didorong menuju lektor kepala hingga profesor.

Riset menjadi fondasi utama pengembangan universitas, termasuk kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam penguatan penelitian dan inovasi berbasis kebutuhan daerah, terutama pertanian lahan kering dan lahan basah.

UPG 1945 NTT saat ini mengelola hampir 1.800 penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), menjadikannya salah satu kampus dengan penerima KIP terbesar di NTT. Mahasiswa penerima KIP memperoleh pembebasan SPP serta uang saku hingga delapan semester.

Rektor menyebut total alumni telah mencapai lebih dari 25 ribu orang, dan jika digabung dengan alumni sebelumnya mencapai sekitar 28 ribu. Saat ini jumlah mahasiswa aktif mendekati 6 ribu orang, menunjukkan tingginya minat masyarakat.

Mulai Maret, kampus ini resmi membuka Program Studi S2 Ilmu Hukum dan Magister Manajemen. Beberapa prodi unggulan lainnya antara lain Ilmu Kepelatihan (pertama di NTT), Ilmu Gizi, serta rencana pembukaan Matematika Astronomi bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta. Selain itu, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan juga resmi dibuka sebagai fakultas baru.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga menjelaskan bahwa sistem pembelajaran telah diterapkan secara hybrid, memadukan tatap muka dan daring. Pendaftaran mahasiswa baru kini dapat dilakukan secara online melalui pemindaian barcode, sehingga memudahkan calon mahasiswa dari berbagai kabupaten di NTT bahkan luar daerah.

Rektor menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa UPG 1945 NTT tidak hanya berorientasi pada jumlah mahasiswa, tetapi pada mutu, kesejahteraan, serta kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. “Kami ingin mahasiswa masuk dengan harapan dan keluar dengan kepastian masa depan,” pungkasnya. *go



Iklan

Iklan