Kupang — Kisah hidup Anggota DPRD Kota Kupang, Yafet Yeferson Horo, menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Berangkat dari latar belakang keluarga sederhana, Yafet yang lahir dari rahim seorang penjual sayur keliling kini berdiri sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Kupang. Pesan itulah yang ia titipkan kepada generasi muda Kota Kupang dalam launching buku biografinya Miliarder dari Rahim Sang Penjual Sayur.
Launching buku tersebut digelar dalam rangkaian Festival Kontemporer Exotica NTT, Selasa (16/12/2025), bertempat di Aula Eltari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Yafet Y. Horo dengan Koxi Production, yang menghadirkan pertunjukan seni tradisional yang diramu dengan sentuhan seni modern serta melibatkan berbagai komunitas seni di Kota Kupang.
Buku Miliarder dari Rahim Sang Penjual Sayur ditulis oleh Ricky R.M. Genakong selaku Ketua Koxi Production bersama Jecksi Siokain, Direktur Utama Injeksi Visi Indonesia Jakarta. Buku setebal kurang lebih 90 halaman ini mengangkat perjalanan hidup Yafet Y. Horo secara jujur dan apa adanya, mulai dari masa kecil yang penuh keterbatasan hingga perjalanan usaha yang mengantarkannya menjadi pengusaha di bidang transportasi dan ekspedisi dengan aset bernilai miliaran rupiah.
Dalam keterangannya kepada media, Yafet Y. Horo mengungkapkan bahwa buku tersebut lahir dari keinginan untuk berbagi pengalaman hidup kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah menghadapi keadaan.
“Saya menceritakan latar belakang kehidupan saya supaya generasi muda punya semangat hidup yang tinggi. Saya terlahir dari keluarga miskin, tetapi karena tuntunan Tuhan dan semangat kerja, saya bisa melewati semua proses itu,” ujarnya.
Yafet mengisahkan, ibunya merupakan seorang single parent yang membesarkan tujuh orang anak dengan berjualan sayur keliling sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Meski hidup serba kekurangan, sang ibu tetap berjuang agar anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan.
“Walaupun makan kadang tidak cukup, pendidikan tetap menjadi prioritas. Dari perjuangan ibu itulah saya belajar tentang kerja keras, ketekunan, dan pantang menyerah,” tuturnya.
Pria yang menikah sejak usia 20 tahun dan kini memiliki empat anak serta empat cucu ini menegaskan bahwa keberhasilannya hari ini tidak datang secara instan. Menurutnya, kerja keras, loyalitas terhadap pekerjaan, dan rasa syukur kepada Tuhan adalah kunci utama dalam mengubah nasib.
Melalui momentum launching buku tersebut, Yafet Y. Horo menitipkan pesan khusus kepada generasi muda, terutama anak-anak Kota Kupang, agar berani bermimpi besar meski lahir dari keluarga sederhana.
“Jangan pernah takut dengan kondisi hidup kita hari ini. Kerja keraslah yang bisa mengubah nasib. Cintai apa yang kita kerjakan dan lakukan dengan sungguh-sungguh. Jika kita setia dalam proses, Tuhan pasti membuka jalan,” pesannya.
Festival Kontemporer Exotica NTT dan launching buku ini diharapkan menjadi ruang inspirasi, tidak hanya bagi pelaku seni dan literasi, tetapi juga bagi generasi muda NTT dalam menyiapkan diri menyongsong masa depan dan Indonesia Emas 2045. *go
