Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • adat dan gizi anak
  • Bupati TTU Yosep Falentinus Kebo
  • cegah stunting 2045
  • generasi emas 2045
  • kampanye stunting di NTT
  • kuliah umum stunting NTT
  • orang tua asuh stunting
  • penanganan stunting TTU
  • stunting NTT

Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Kupang  – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP, MA, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kasus stunting yang masih tinggi di Nusa Tenggara Timur. Dalam kuliah umum bertajuk "Bersama Cegah Stunting untuk Generasi Emas 2045", yang digelar di Aula El Tari, Kupang, Selasa (3/6/2025), Bupati Yosep menegaskan bahwa stunting harus dianggap sebagai masalah darurat nasional.

 "Kalau kita tidak mencegah stunting dari sekarang, artinya kita sedang mempersiapkan generasi gagal di tahun 2045," tegas Bupati Falent di hadapan mahasiswa dan peserta dari berbagai institusi kesehatan.

Dalam paparannya, ia mengkampanyekan pendekatan orang tua asuh untuk anak-anak stunting, yang tak hanya dijalankan oleh individu tetapi juga oleh kelompok keluarga, komunitas, dan organisasi masyarakat (ormas).

Menurutnya, pendekatan kolektif ini jauh lebih efektif karena menyentuh lebih banyak aspek sosial dan kultural yang sering kali menghambat penanganan stunting.

 "Peran kelompok dan ormas harus digerakkan untuk ikut serta menjadi orang tua asuh. Kepedulian kolektif akan mempercepat penurunan angka stunting," ujarnya.

Bupati Falent juga menyinggung tantangan adat yang masih menjadi penghambat tumbuh kembang anak di TTU.

 "Kami sedang mencoba mengubah mindset agar anak-anak tidak lagi dilarang mengonsumsi makanan tinggi protein karena alasan adat. Ini faktor besar yang menyebabkan kekurangan gizi," tambahnya.

Kuliah umum ini dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa dari STIKES Nusantara, STIKES Maranatha, Poltekes Kupang, Universitas Karya Darma, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Di akhir penyampaiannya, Bupati Falent Kebo mengajak para mahasiswa, khususnya di bidang gizi dan kesehatan, agar menjadi pelopor perubahan.

 "Kita butuh kalian untuk mengedukasi masyarakat mulai dari lingkungan terdekat. Perubahan besar dimulai dari kepedulian kecil," pungkasnya. *(go)








Baca Juga
Tag:
  • adat dan gizi anak
  • Bupati TTU Yosep Falentinus Kebo
  • cegah stunting 2045
  • generasi emas 2045
  • kampanye stunting di NTT
  • kuliah umum stunting NTT
  • orang tua asuh stunting
  • penanganan stunting TTU
  • stunting NTT
Bagikan:
Berita Terkait
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
Berita Terbaru
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
  • Bupati TTU: Kalau Tidak Cegah Stunting Sekarang, Kita Siapkan Generasi Gagal 2045!
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • Terkuak di Sidang Tipikor Kupang, Dugaan Permintaan Uang oleh Jaksa

  • Konstruksi Hukum Kasus Penganiayaan di Adonara Disorot: AKPERSI Flores Timur Minta Penerapan Pasal Berlapis Tanpa Reduksi

  • Polres Sikka Selidiki Dugaan Penganiayaan terhadap Pastor di Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka

  • Pelantikan dan Penempatan Kepsek di Kota Kupang: Ini Daftar Lengkap SMP dan SD

  • Karnaval Budaya Meriahkan HUT ke-140 Tahun dan 30 Tahun Otonomi, Wali Kota: “Ini Perayaan Identitas dan Jiwa Kota Kupang”

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.