KUPANG, MUTIARA-TIMUR.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan 22 siswa penerima beasiswa Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Nantong, Tiongkok.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Melki Laka Lena saat memberikan sambutan secara daring melalui Zoom Meeting dari Jakarta dalam acara pelepasan 22 siswa penerima beasiswa angkatan ketiga tahun 2026 yang digelar di Shoto-Kai Resto & Cafe, Sikumana, Kota Kupang, Rabu (23/9/2026).
Gubernur Melki menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya telah berencana hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Namun, agenda pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia di Bank Indonesia bersama Badan Nasional dan para menteri membuat dirinya harus segera kembali ke Jakarta.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua INTI NTT dan seluruh peserta karena tidak dapat hadir secara fisik.
“Karena ada pertemuan dengan Bapak Presiden di Bank Indonesia bersama berbagai pihak dan para menteri berkaitan dengan berbagai hal ekonomi, saya harus kembali ke Jakarta. Saya mohon maaf karena tidak bisa hadir secara fisik sore hari ini,” ujar Melki dalam sambutannya.
Meski hadir secara virtual, Gubernur Melki memberikan apresiasi kepada INTI NTT yang telah membuka akses pendidikan bagi anak-anak NTT untuk belajar di Tiongkok, khususnya di Universitas Nantong.
Menurutnya, kesempatan tersebut sangat penting karena pendidikan di Tiongkok tidak hanya memberikan penguatan dari sisi teori, tetapi juga memperkenalkan mahasiswa pada budaya belajar, teknologi, inovasi dan keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
Melki mengaku telah tiga kali berkunjung ke Tiongkok. Kunjungan pertama dilakukan ketika dirinya masih aktif dalam dunia politik. Saat itu, ia bersama sejumlah pihak mendapat kesempatan untuk melihat berbagai potensi pembangunan dan perkembangan di Tiongkok.
Kunjungan kedua dilakukan pada 2019 ketika dirinya menjadi anggota DPR RI terpilih. Dalam kunjungan tersebut, ia bersama sejumlah anggota DPR RI dari berbagai partai politik mendapat kesempatan mempelajari berbagai perkembangan di Tiongkok.
Sementara kunjungan ketiga dilakukan ketika dirinya sudah menjabat sebagai Gubernur NTT. Dalam kunjungan tersebut, Melki melihat secara langsung perkembangan sejumlah wilayah, termasuk perguruan tinggi dan berbagai sektor pembangunan di Tiongkok.
“Saya sudah tiga kali ke Tiongkok dan melihat sendiri bagaimana perkembangan di sana. Termasuk ketika saya berkunjung ke Universitas Nantong, saya melihat kampus ini sangat luar biasa dan menurut saya penting bagi anak-anak NTT untuk bisa terlibat dan mendapatkan pendidikan di sana,” katanya.
Pendidikan Harus Terhubung dengan Kebutuhan Masyarakat
Melki menilai salah satu kekuatan pendidikan di Tiongkok adalah kemampuan menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
Ia mengatakan, mahasiswa tidak hanya didorong untuk memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan dan menerapkan pengetahuan tersebut sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan daerah asal mereka.
“Di China, anak-anak diperkenalkan dengan budaya belajar yang luar biasa, baik dari sisi teori maupun hal-hal yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pendidikan,” jelasnya.
Menurut Melki, pola pendidikan semacam itu menjadi modal penting bagi mahasiswa NTT yang nantinya kembali ke daerah.
Ia berharap 22 siswa yang berangkat ke Universitas Nantong tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga membawa pulang pengetahuan, pengalaman, teknologi, jaringan dan gagasan baru yang dapat diterapkan untuk pembangunan NTT.
“Banyak hal baik yang bisa dibawa pulang, dipraktikkan, disambungkan dengan potensi yang ada di NTT,” katanya.
22 Siswa Jadi Klaster SDM Unggul NTT
Gubernur Melki menyebut 22 penerima beasiswa tersebut sebagai bagian dari calon sumber daya manusia unggul NTT yang perlu dipersiapkan secara serius.
Karena itu, ia meminta agar komunikasi antara pemerintah, INTI, perguruan tinggi dan para penerima beasiswa terus dibangun selama mereka menjalani pendidikan di Tiongkok.
“Saya melihat 22 adik-adik yang akan berangkat ini akan menjadi salah satu klaster SDM unggul NTT yang perlu kita atur pola komunikasi dan hubungan yang baik,” ujar Melki.
Ia berharap para mahasiswa tersebut nantinya dapat menjadi ujung tombak pembangunan NTT di berbagai bidang.
Menurutnya, kebutuhan NTT terhadap sumber daya manusia yang menguasai teknologi, pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, kesehatan serta bidang strategis lainnya semakin besar.
Melki juga menyoroti perkembangan teknologi Tiongkok yang menurut pengamatannya semakin pesat dan telah berkembang di berbagai sektor.
Ia mencontohkan sektor kesehatan, pertanian, peternakan hingga kelautan dan perikanan yang terus mengalami perkembangan teknologi.
“China hari ini terus mengembangkan teknologinya. Di sektor kesehatan, produk-produk kesehatan China juga berkembang pesat. Begitu pula di pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan,” katanya.
Menurut Melki, perkembangan tersebut menjadi peluang bagi mahasiswa NTT untuk belajar, membangun jejaring dan membawa pengetahuan baru ketika kembali ke Indonesia.
Bangun Jaringan Alumni dan Persahabatan
Selain menekankan aspek akademik, Melki meminta para penerima beasiswa untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat dan mahasiswa di Tiongkok.
Menurutnya, jaringan pertemanan dan alumni dapat menjadi modal penting bagi kerja sama di masa depan.
“Jangan lupa membangun pertemanan dengan sahabat-sahabat di China yang baik. Agar nantinya para alumni, senior, junior dan sebagainya, hubungan tetap terjaga baik,” pesannya.
Ia mengatakan jaringan tersebut tidak hanya berguna bagi mahasiswa secara pribadi, tetapi juga dapat menjadi jembatan kerja sama antara NTT, Indonesia dan Tiongkok.
Melki bahkan menceritakan pengalaman seorang anak kenalannya yang sejak sekolah dasar telah menempuh pendidikan di Tiongkok. Menurutnya, pengalaman belajar dalam lingkungan pendidikan Tiongkok sejak dini membuat anak tersebut memiliki jaringan yang luas ketika memasuki dunia profesional.
Ia berharap para penerima beasiswa INTI NTT juga membangun jaringan yang kuat selama berada di Tiongkok.
Dorong Pusat Bahasa Mandarin di Kupang
Dalam sambutannya, Melki juga mengungkapkan adanya pembicaraan mengenai pengembangan pusat bahasa Mandarin untuk kawasan Indonesia Timur di Kota Kupang.
Menurutnya, rencana tersebut berkaitan dengan penguatan kerja sama pendidikan dan hubungan antara NTT dengan Tiongkok.
Ia menyebut kerja sama pendidikan tersebut telah mulai dikembangkan melalui Undana, termasuk pengembangan pembelajaran bahasa Mandarin di Kota Kupang.
“Waktu itu kita berdiskusi mengenai kerja sama pendidikan. Ada rencana membangun pusat bahasa Mandarin Indonesia Timur di Kupang yang sudah mulai dikembangkan di Undana,” ujarnya.
Melki menilai penguatan kemampuan bahasa Mandarin akan semakin penting seiring meningkatnya hubungan kerja sama antara Indonesia, khususnya NTT, dengan Tiongkok.
Siapkan Kerja Sama Antarprovinsi dengan China
Gubernur NTT juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT sedang mengupayakan kerja sama dengan salah satu wilayah di Tiongkok dalam bentuk kerja sama antardaerah.
Ia menyebut sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait rencana tersebut.
Melki juga mengatakan dirinya mendapat undangan dari Konsulat Jenderal Tiongkok di Bali untuk kembali berkunjung ke Tiongkok bersama sejumlah kepala daerah.
Rencana kunjungan tersebut, kata dia, masih menyesuaikan dengan situasi dan agenda pemerintahan.
“Kita sedang mengupayakan kerja sama provinsi. Ada juga undangan dari Konsulat Jenderal China di Bali untuk pergi ke Tiongkok. Beberapa bupati juga diajak untuk bersama-sama ke sana,” katanya.
INTI Diminta Terus Buka Akses Beasiswa
Menutup sambutannya, Melki menyampaikan terima kasih kepada Ketua INTI NTT dan seluruh jajaran yang telah membantu anak-anak NTT memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke Tiongkok.
Ia berharap program beasiswa tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak NTT yang memiliki kesempatan belajar di luar negeri.
“Terima kasih kepada Pak Theo Widodo dan seluruh keluarga besar INTI yang sudah membantu adik-adik kita ke sana dengan dukungan beasiswa dan dukungan lainnya,” ungkapnya.
Melki juga berharap 22 siswa penerima beasiswa angkatan ketiga tersebut dapat belajar dengan baik, memanfaatkan seluruh kesempatan yang diperoleh selama berada di Tiongkok dan kelak kembali memberikan kontribusi bagi Indonesia, khususnya NTT.
“Selamat untuk 22 adik-adik. Belajarlah dengan baik, ambil semua manfaat dari kesempatan ini dan jadilah bagian dari generasi yang membawa manfaat bagi Indonesia dan NTT,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena.
Acara pelepasan 22 siswa penerima beasiswa INTI NTT angkatan ketiga tahun 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses pendidikan internasional bagi generasi muda NTT sekaligus memperkuat jejaring pendidikan dan kerja sama antara NTT dengan Tiongkok. **usgo
