KUPANG, MUTIARA-TIMUR.COM — Pemerintah Kota Kupang terus mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat melalui berbagai kegiatan seni dan budaya. Hal itu disampaikan Wali Kota Kupang dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Kota Kupang, Ignatius Repelita Lega, pada pembukaan Karnaval dan Festival Budaya Kelurahan Oesapa, Rabu (19/8/2026), di Pantai Warna Oesapa.
Dalam kesempatan tersebut, Ignatius Repelita Lega menyampaikan permohonan maaf Wali Kota Kupang karena tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan festival budaya tersebut. Ia berharap pada kesempatan lain, Wali Kota dapat hadir dan bertemu langsung dengan masyarakat Kelurahan Oesapa.
“Beliau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena tidak sempat hadir dalam acara Festival Budaya di Kelurahan Oesapa. Mudah-mudahan di lain acara di Kelurahan Oesapa beliau bisa hadir,” ujar Ignatius saat membacakan sambutan Wali Kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi pemerintah Kelurahan Oesapa, panitia, para pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, festival budaya tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan bakat generasi muda serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya.
“Festival ini sebagai ruang mempererat persaudaraan, menemukan bakat dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya kita,” demikian pesan Wali Kota yang dibacakan Ignatius.
Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat Oesapa untuk menjaga keamanan, ketertiban dan keharmonisan selama rangkaian kegiatan festival berlangsung.
Ia menekankan, festival budaya harus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmasyarakat, bukan menjadi ruang untuk saling bersaing secara tidak sehat.
“Jaga persaudaraan, jaga keakraban kita, jaga keharmonisan kita,” pesannya.
Ajakan tersebut dinilai penting karena Kelurahan Oesapa merupakan salah satu wilayah di Kota Kupang yang dihuni masyarakat dengan latar belakang etnis dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut, menurut Wali Kota, harus menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan kehidupan sosial yang harmonis.
“Kelurahan Oesapa ini terdiri dari multi etnis, bukan hanya orang Nusa Tenggara Timur, tetapi seluruh orang Indonesia ada tinggal di Oesapa ini,” katanya.
Karena itu, masyarakat diajak untuk terus mendukung berbagai program Pemerintah Kota Kupang sekaligus menjaga kebersamaan di lingkungan masing-masing.
Wali Kota turut memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, Pemerintah Kelurahan Oesapa, para tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan seluruh warga yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan Karnaval dan Festival Budaya tersebut.
“Mari kita jaga budaya, mari kita jaga kebersamaan, mari kita bangun manusia dan mari kita terus membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan Karnaval dan Festival Budaya Kelurahan Oesapa juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, termasuk Lomba Tarian Bonet, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Kupang melalui Asisten II Setda Kota Kupang, Ignatius Repelita Lega, secara resmi membuka Festival Budaya dan Lomba Tarian Bonet Kelurahan Oesapa Tahun 2026 dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Festival Budaya dan Lomba Tarian Bonet Kelurahan Oesapa Tahun 2026, dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan ini saya mewakili Bapak Wali Kota Kupang menyatakan resmi dibuka,” pungkasnya.**Usgo


