KUPANG, MUTIARA TIMUR — Panggung Ekspresi yang digelar SMP Negeri 16 Kota Kupang Rabu, (19/8/2026) tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan bakat dan kreativitas. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi keluarga besar sekolah untuk menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Flores yang tengah menghadapi musibah gempa bumi.
Nuansa kepedulian terhadap masyarakat Flores terlihat dari penampilan para siswa yang menggunakan pakaian bernuansa etnis Flores. Bagi pihak sekolah, penggunaan busana tersebut bukan sekadar bagian dari pertunjukan, tetapi menjadi simbol empati dan dukungan moral bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Kepala SMPN 16 Kupang, Lince Watuwayah, mengatakan kepedulian tersebut merupakan bagian dari pesan kemanusiaan yang ingin ditanamkan kepada para siswa.
Menurutnya, momentum Panggung Ekspresi menjadi kesempatan bagi sekolah untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa seni dan budaya tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga dapat menjadi sarana menyampaikan kepedulian terhadap sesama.
Selain melalui penampilan bernuansa budaya Flores, keluarga besar SMPN 16 Kupang juga melakukan penggalangan bantuan berupa sembako. Bantuan tersebut dikumpulkan dari guru dan pegawai SMPN 16 Kupang untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Flores.
“Kami juga ingin melakukan penggalangan dana di antara kami untuk dikirim ke Flores. Bentuknya sembako,” ungkap Lince.
Bantuan tersebut direncanakan disalurkan pada 28 Agustus 2026 melalui jalur yang tersedia.
Lince mengatakan, kepedulian terhadap korban bencana tidak hanya berbicara mengenai bantuan secara materi, tetapi juga bagaimana sekolah membangun karakter siswa agar memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi siswa bahwa ketika terjadi musibah yang menimpa masyarakat lain, mereka perlu menunjukkan kepedulian dan solidaritas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan seni di lingkungan sekolah dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sosial dan kemanusiaan.
Tonjolkan Budaya Flores
Koordinator Panggung Ekspresi SMP Negeri 16 Kupang, Maria Silvista, S.Pd., mengatakan unsur budaya dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman kepada siswa.
SMP Negeri 16 memiliki siswa dari berbagai latar belakang etnis. Karena itu, Panggung Ekspresi menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menghargai keberagaman budaya yang ada.
“Kami selalu bekerja sama dengan lingkungan masyarakat tempat kami berada,” kata Maria.
Menurutnya, kegiatan budaya yang dilakukan siswa juga telah diwujudkan melalui keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan di masyarakat. SMP Negeri 16 sebelumnya turut ambil bagian dalam karnaval budaya di Kelurahan Nefonaek dengan menampilkan kolaborasi budaya dari berbagai daerah, seperti Rote, Sabu dan Timor.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar menampilkan seni, tetapi juga belajar memahami bahwa keberagaman budaya merupakan kekayaan yang perlu dijaga dan dihargai.
“Duka Mereka, Duka Kita Semua”
Pada momentum Panggung Ekspresi kali ini, semangat solidaritas untuk Flores menjadi pesan tersendiri. Penggunaan pakaian bernuansa etnis Flores menjadi simbol dukungan moral sekolah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana gempa.
Maria menegaskan bahwa musibah yang dialami masyarakat Flores merupakan duka bersama.
“Duka mereka, duka kita semua,” katanya.
Semangat solidaritas tersebut kemudian diperkuat dengan rencana pengumpulan bantuan sembako dari keluarga besar SMPN 16 Kupang. Bantuan itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak ketika nantinya disalurkan.
Bagi SMPN 16 Kupang, Panggung Ekspresi akhirnya tidak hanya menjadi panggung untuk bernyanyi, menari atau bermain drama. Kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menanamkan nilai kemanusiaan, solidaritas dan kepedulian kepada siswa sejak usia sekolah.
Dengan mengangkat budaya Flores sekaligus menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa, Panggung Ekspresi SMPN 16 Kupang menjadi ruang yang mempertemukan seni, budaya dan nilai kemanusiaan dalam satu kegiatan. *"usgo



