Dari 53 Km Jaringan Irigasi Kambaniru Rusak Akibat Seroja, Baru 5 Km Direhab

KUPANG, // Jaringan Irigasi Kambaniru Waingapu Kabupaten Sumba Timur sebagai penyuplai air pada pertanian lahan basah. Jaringan irigasi ini rusak akibat badai Seroja tahun 2020 dengan ruas kerusakan  sepanjang 53 Km dan baru terehap sekitar 5 Km.

Demikian Marten Haning, PPK Irigasi dan Rawa III/Satker PJPA  Balai Wilayah Sungai  Nusa Tenggara (BWS NT 2) kepada media di ruang kerjanya Kamis, (6/7/2023).

" Jaringan irigasi Kambaniru Waingapu itu memang mengalami kerusakan akibat badai Seroja. Kerusakan itu mencapai 53 Km. Namun baru dapat diperbaiki dalam bentuk rehap untuk 5 kilo di tahun 2023 dengan dana 27 Milyar," ungkapnya.

Marten menuturkan dana 27 Milyar termasuk besar karena teknologi yang digunakan untuk rehab dengan briket yang berkualitas teruji dan bukan buatan di NTT.

" Rehab 5 Km jaringan irigasi  dengan tenologi menggunakan briket yang bahannya terdiri atas, besi dan campuran beton yang sangat berkualitas. Briket itu berukuran 1 meter persegi dengan harga Rp. 2,5 Juta per buah. Jadi biaya pengadaannya sangat mahal, lagi pula didatangkan dari Jawa, karena NTT belum ada," papar Marten.

Dikatakannya juga memang dari sisi pengadaan mahal, tapi hemat biaya di tenaga kerja, karena tidak terlalu butuh banyak orang. Kerjanya setelah area yang rusak digaruk dan disiapkan tinggal ditempatkan briket satu per satu sepanjang 5 kilo meter lalu dicor oleh beberapa tenaga. 

Briket itu memang telah teruji dan terlihat dipasang airnya tidak merembes keluar. Dengan kualitas briket seperti ini,  rencananya ke depan sepanjang 53 km itu akan direhab semua dan dipasang briket  dan hal ini tentu kalau dikalkulasi biayanya dari APBN amat signifikan besarnya.

"Rencana ke depan sisa jaringan irigasi yang belum direhab pengadaannya akan dipasang briket semua. Kalau diestimasi dari 53 km akan membutuhkan dana APBN kurang lebih 100 Milyar. Hal ini telah diusulkan mulai tahun anggaran 2024 nanti. Jika alokasi pusat setiap tahun hanya 5 kilo meter tentu kita sesuaikan dan akan direhab sesuai persetujuan. Karena itu perlu kita ketahui, ketersediaan pembiayaan perbaikan dananya dari APBN, dan dan itu bukan hanya untuk kita di NTT, ada daerah lain juga membutuhkan. Jadi biar setiap tahun 5 kilo yang penting ada dana untuk perbaikan jaringan irigasi ini," ujarnya.

Marten juga mengatakan jaringan irigasi Kambaniru Wangapu itu diperuntukan pada hamparan  ribua hekter lahan sawah yang ada di sekitarnya.

"Ya, jaringan irigasi Kanbaniru selama ini dimanfaatkan terutama oleh masyarakat Sumba Timur untuk 1.450 ha lahan persawahan," tutup PPK Irigasi dan Rawa 3 daratan Sumba itu.*(go)

Iklan

Iklan