MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka mendorong para alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan daerah. Dengan latar belakang profesi, pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang beragam, alumni GMNI dinilai memiliki modal sosial yang dapat dioptimalkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Sikka.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, dalam sambutannya pada Konferensi Cabang (Konfercab) II Dewan Pengurus Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI) Sikka di Aula SCCM Wairklau, Maumere, Sabtu, 7 November 2026.
Menurut Margaretha, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni, untuk menghadirkan gagasan, memperkuat pemberdayaan ekonomi rakyat, serta menjaga kualitas kehidupan demokrasi.
"Daerah membutuhkan kontribusi pemikiran, gagasan, pemberdayaan ekonomi rakyat, serta keterlibatan aktif dalam menjaga kehidupan demokrasi," demikian salah satu pesan dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi keluarga besar PA GMNI Sikka yang telah menyelenggarakan Konfercab sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan.
Ketua PA GMNI Sikka, Aldi Rajalewa, menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama masa kepemimpinannya.
Ia mengatakan, Konfercab II merupakan momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi, merumuskan gagasan, serta mempersiapkan pergantian kepengurusan. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang evaluasi sekaligus pijakan bagi kepemimpinan baru dalam melanjutkan agenda organisasi.
Sementara itu, Sekretaris DPD PA GMNI Nusa Tenggara Timur, Emanuel Kolfidus, yang sekaligus membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Konfercab tidak boleh dimaknai sebatas agenda pergantian kepengurusan.
Menurut dia, forum organisasi itu memiliki arti lebih luas, yakni sebagai ruang konsolidasi, evaluasi, dan perumusan program kerja untuk lima tahun mendatang.
Emanuel menekankan, organisasi alumni memikul dua tanggung jawab utama. Pertama, memperkuat konsolidasi internal dan mengurus kepentingan anggotanya. Kedua, mengambil bagian dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ia menilai PA GMNI Sikka memiliki banyak kader potensial dengan kapasitas, pengalaman, serta latar belakang yang beragam. Potensi tersebut, kata dia, perlu dihimpun dan dioptimalkan agar tidak berhenti sebagai kekuatan individual, tetapi berkembang menjadi kekuatan kolektif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Semangat nasionalisme dan Marhaenisme harus menjadi landasan perjuangan alumni GMNI dalam mengambil bagian membangun daerah dan memperjuangkan kepentingan rakyat," ujar Emanuel.
Konfercab II PA GMNI Sikka turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, Ketua KPU Sikka Herimanto bersama anggota KPU Harun Al Rasyid dan Ignasius Irvanto C. Say, Anggota Bawaslu Sikka Yohanes Ariski, Sekretaris PA GMNI Sikka Agustinus Poa, serta Pelaksana Tugas Sekretaris KPU Sikka Semuel Desryanto Sing.
Hadir pula sesepuh alumni GMNI Sikka, Ignatius Henyo Kerong, bersama sejumlah alumni GMNI lainnya yang mengikuti konferensi sebagai peserta.
Melalui Konfercab II ini, PA GMNI Sikka dihadapkan pada agenda konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan peran alumni dalam kehidupan sosial, demokrasi, dan pembangunan daerah. Tantangannya adalah menerjemahkan gagasan serta semangat perjuangan organisasi ke dalam kerja nyata yang menyentuh kepentingan masyarakat. **ah
