Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah

Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:


SIKKA – Di tengah kesunyian Dusun Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, seorang perempuan lanjut usia bernama Maria Venti harus menjalani kehidupan dalam keterbatasan. Sebagai seorang janda, ia tinggal di sebuah gubuk sederhana berdinding anyaman bambu yang kondisinya semakin memprihatinkan.

Pantauan wartawan pada Selasa pagi, 4 November 2026, memperlihatkan kondisi rumah Mama Maria yang jauh dari standar kelayakan hunian. Dinding bambunya telah lapuk dan berlubang di sejumlah bagian. Lantai rumah masih berupa tanah, sementara atap seng tipis hanya ditopang kayu seadanya. Bagian pintu pun tidak memiliki daun pintu yang layak.

Di balik kondisi rumah tersebut, tersimpan kisah kehidupan yang tidak mudah. Mama Maria memiliki enam orang anak. Namun, salah seorang anaknya telah meninggal dunia. Saat ini, ia tinggal bersama dua orang anaknya.

Kehidupan mereka berlangsung dalam keterbatasan. Mama Maria mengaku tidak memiliki harta benda yang berarti. Tanah kecil yang dimilikinya menjadi satu-satunya tempat untuk mendirikan rumah sederhana sebagai tempat berteduh.

Dalam keterangannya, Mama Maria menggambarkan keadaan keluarganya yang serba kekurangan. Ia tidak memiliki banyak hal untuk diandalkan selain tanah kecil tempat rumah mereka berdiri.

"Anak saya ada enam orang, satu sudah meninggal dunia. Sekarang saya tinggal bersama dua orang anak. Kami tidak punya apa-apa. Tanah yang kami miliki juga hanya sedikit. Di tanah itulah kami membangun rumah untuk tempat tinggal.

Rumah yang ditempati keluarga ini tampak semakin rapuh. Dinding bambu yang lapuk dan atap seng yang ditopang kayu seadanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Bagi Mama Maria, memiliki rumah yang layak bukanlah keinginan untuk hidup mewah. Ia hanya membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman dan kokoh agar dapat menjalani hari-hari bersama kedua anaknya tanpa terus dihantui kondisi rumah yang memprihatinkan.

Kondisi ini menjadi gambaran bahwa persoalan rumah tidak layak huni masih membutuhkan perhatian serius, terutama bagi keluarga kurang mampu dan warga lanjut usia di wilayah pelosok.

Pemerintah Desa Nenbura, Pemerintah Kecamatan Doreng, Pemerintah Kabupaten Sikka, serta Dinas Sosial diharapkan segera melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi keluarga Mama Maria Venti.

Pendataan dan verifikasi diperlukan agar keluarga tersebut dapat dipertimbangkan menerima bantuan rumah layak huni maupun bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

Kisah Mama Maria menjadi pengingat bahwa di balik kehidupan masyarakat yang tampak tenang di pelosok Sikka, masih ada keluarga yang membutuhkan perhatian dan kepedulian.

Di usia senjanya, Mama Maria tidak meminta rumah mewah. Rumah sederhana yang kokoh, aman, dan layak untuk ditempati bersama kedua anaknya sudah menjadi harapan besar bagi keluarga kecil tersebut.**ah



Baca Juga
Tag:
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
Berita Terbaru
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
  • Kisah Pilu Mama Maria Venti di Hepang: Tak Punya Harta, Bertahan di Gubuk Bambu yang Nyaris Roboh
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal







Terpopuler
  • Dari Maumere Menggugat Jakarta: Ketua DPC PKB Sikka Tagih Nyali DPP Soal Ijazah Gibran

  • Christian Widodo Bawa Kupang Naik Kelas! Raih Anugerah Cita Negeri 2026, Diakui di Tingkat Nasional

  • Jelang Akhir Tahun, Perumda Air Minum Kota Kupang Pangkas Biaya Sambungan Baru Rp1 Juta, Cukup Bayar Awal Rp700 Ribu!

  • Demokrat Soroti RAPBD NTT 2027: Belanja Pegawai 52,88 Persen, Ruang Pembangunan Tertekan

  • Universitas Nusa Nipa dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang Kembangkan Hilirisasi Hortikultura dan Nira Lontar di Sikka

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.