Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah
  • Pendidikan

IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

KUPANG, MUTIARA-TIMUR.COM — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar webinar bertajuk “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan: Ekoteologi sebagai Spiritualitas Cinta”, Senin, 21 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di IAKN Kupang tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut Wisuda IAKN Kupang Angkatan XIX sekaligus rangkaian Dies Natalis IAKN Kupang.

Webinar diawali dengan Opening Speech oleh Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Osian O. More, S.Si., M.Si., Dosen IAKN Kupang; Isidorus Lilidjawa, S.Fil., MM, mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang sekaligus Direktur PerumdAM Kota Kupang; serta Dr. Talita Tnloan, S.Ag., M.Pd., Alumni IAKN Kupang.

Dalam kesempatan tersebut, Isidorus Lilidjawa membawakan materi tentang “Ekoteologi Cinta”. Ia mengajak peserta melihat persoalan kerusakan lingkungan bukan hanya dari perspektif ekonomi maupun pembangunan, tetapi juga dari sisi relasi manusia dengan alam dan seluruh ciptaan.

Menurut Isidorus, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, seperti banjir, longsor dan kebakaran, tidak terlepas dari tindakan manusia yang semakin kehilangan kecintaan terhadap lingkungan.

“Berbagai kerusakan lingkungan alam yang saat ini terjadi, menurut saya, semata-mata bukan karena persoalan ekonomi, bukan karena tuntutan pembangunan semata, tetapi lebih karena manusia sudah mulai kehilangan cinta,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa ketika manusia benar-benar memiliki kecintaan terhadap alam dan lingkungan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan, maka pembangunan dan aktivitas kehidupan seharusnya dapat berjalan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Kalau kita mengedepankan cinta kita pada lingkungan, cinta kita pada alam, cinta kita pada ciptaan yang lain, maka saya yakin semuanya akan berjalan dalam kondisi yang baik,” katanya.

Isidorus juga menekankan pentingnya pertobatan ekologis. Menurutnya, manusia perlu menyadari bahwa berbagai kerusakan lingkungan sebagian besar merupakan konsekuensi dari tindakan manusia sendiri.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membangun kembali komitmen bersama dalam menjaga bumi.

“Kita harus sadar bahwa itu disebabkan oleh ulah manusia. Kita harus istighfar dan sama-sama membangun komitmen untuk kembali merawat bumi, kembali menjaga bumi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa bumi bukan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi, melainkan tempat manusia dan seluruh ciptaan menjalani kehidupan.

“Bumi, lingkungan ini adalah tempat tinggal kita, dan sebenarnya itu pentas kemuliaan Tuhan. Kalau kita menjaga lingkungan, pasti lingkungan akan menjaga kita,” tegas Isidorus.

Sementara itu, Dr. Osian O. More, S.Si., M.Si. dan Dr. Talita Tnloan, S.Ag., M.Pd. turut memberikan perspektif dalam webinar tersebut mengenai ekoteologi, spiritualitas dan persoalan lingkungan dalam konteks yang lebih luas.

Isidorus berharap webinar tersebut tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi mampu menggerakkan hati dan melahirkan tindakan nyata.

“Mudah-mudahan dengan webinar ini tidak hanya ada pemahaman yang baru, ada wawasan baru, tetapi juga menggerakkan hati banyak orang, khususnya insan-insan akademik,” katanya.

Ia mendorong agar gerakan mencintai lingkungan dimulai dari lingkungan kampus melalui tindakan-tindakan sederhana yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita mulai membangun spirit mencintai lingkungan di kampus kita. Kita mulai melakukan gerakan-gerakan kecil tapi berdampak,” ujarnya.

Khusus kepada para mahasiswa yang akan diwisuda, Isidorus berharap mereka tetap membawa spiritualitas ekologi dan ekoteologi cinta ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan teman-teman yang akan diwisuda di IAKN tetap membawa spiritualitas ekologi, tetap menghidupkan ekoteologi cinta, sehingga ilmu yang didapat di kampus, wawasan-wawasan yang diperoleh itu bisa diaplikasikan secara konkret di tengah masyarakat,” tuturnya.

Menurut Isidorus, ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Universitas sejati itu adalah universitas yang namanya masyarakat,” pungkasnya.

Di akhir penyampaiannya, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kupang ini menyampaikan terima kasih kepada panitia IAKN Kupang yang telah memberikan kepercayaan kepadanya menjadi salah satu narasumber.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memulai gerakan menjaga lingkungan dari tempat terdekat.

“Mari kita jaga lingkungan kita, mulai dari rumah kita masing-masing, mulai dari lembaga pendidikan kita masing-masing,” tutup Isidorus. **usgo



Baca Juga
Tag:
  • Daerah
  • Pendidikan
Bagikan:
Berita Terkait
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
Berita Terbaru
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
  • IAKN Kupang Gelar Webinar “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan”, Direktur PerumdAM Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa Tekankan Ekoteologi Cinta
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • Kayu Tumbang di Hutan Lindung Dijual, Dicky Soroti Risiko Hukum: Bukan Milik untuk Diperjualbelikan

  • Kayu Tumbang di Hutan Lindung Egon Gahar Dipersoalkan, KPH Sikka: Bukan Hilang, Dijual untuk Biaya Operasional

  • Semangat Baru dari Maumere, PBVSI Sikka Menatap PON 2028

  • Kayu Hutan Lindung Dijual untuk Operasional KPH, Advokat: Bisa Berujung Pidana Jika Tanpa Dasar Hukum

  • Jokowi Bermalam di Tengah Pengungsi Palue: “Kami Tidak Sendirian dalam Bencana”

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.