SIKKA, MUTIARA TIMUR — Medali itu tiba lebih dulu daripada cerita tentang perjalanan panjang di belakangnya. Dari arena Kejuaraan Nasional Piala Danrem 052 di Indoor Stadion Tangerang, Kelapa Dua, para atlet Derina Winners Club (DWC) membawa pulang 12 medali: delapan emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Capaian itu menjadi kabar baik dari arena olahraga. Bukan hanya karena jumlah medalinya, tetapi karena seluruhnya lahir dari proses latihan, persiapan mental, serta dukungan orang tua yang selama ini ikut menopang perjalanan para atlet.
Pelatih DWC, Derina Da Cunha, mengatakan keyakinan terhadap kemampuan anak asuhnya sudah tumbuh sejak sebelum pertandingan dimulai. Persiapan yang dilakukan membuatnya percaya para atlet mampu bersaing di tingkat nasional.
“Dari awal saya sangat yakin mereka akan menang karena kami cukup siap untuk mengikuti kejuaraan nasional ini. Bangga, terharu tentunya,” kata Derina.
Derina tidak bekerja sendiri. Dua asisten pelatih, Thomas Novrianus dan Albert Keytimu, ikut berada di belakang proses pembinaan para atlet. Ketiganya membagi perhatian pada teknik bertanding sekaligus kesiapan mental.
“Kami bertiga kompak untuk mengembangkan prestasi para atlet dari segi teknik yang matang dan kesiapan mental yang kuat,” ujarnya.
Bagi Derina, kemenangan tidak cukup dilihat dari warna medali. Teknik yang matang dan cara seorang atlet menjalani pertandingan menjadi bagian dari kualitas seorang juara.
“Yang menang banyak, tapi yang bertanding dengan teknik yang sempurna lalu menang itu keren. Dan itu kalian,” katanya kepada anak-anak asuhnya.
Ia mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan kemenangan sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Medali, kata dia, seharusnya menjadi penanda bahwa kerja keras mereka telah membuahkan hasil, sekaligus awal dari tanggung jawab berikutnya.
“Tidak perlu validasi, karena orang akan menilai sendiri bagaimana kualitas kalian. Tetap rendah hati dan jangan cepat merasa puas. Terus konsisten dan disiplin,” ujar Derina.
Di balik prestasi tersebut, ada persoalan yang juga ingin disampaikan Derina. Selama mengikuti berbagai kejuaraan, pembiayaan tim banyak ditopang secara mandiri melalui dukungan orang tua atlet.
Karena itu, ia berharap sekolah dan pemerintah daerah memberikan perhatian lebih kepada atlet yang membawa nama sekolah dan daerah hingga tingkat nasional.
“Semoga tiap sekolah yang siswanya berprestasi di ajang kejuaraan daerah maupun nasional bisa diapresiasi dengan memberikan uang saku dan bonus ketika anak-anak menang dan membawa nama baik sekolah,” katanya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Sikka tidak hanya melihat prestasi setelah medali berada di tangan, tetapi ikut hadir dalam proses pembinaan.
“Harusnya Pemda juga bisa mendukung secara moril dan materi, apalagi dana untuk olahraga itu ada. Harapannya bisa dialokasikan dan dikelola dengan baik,” ujar Derina.
Bagi Derina, keberhasilan DWC bukan tentang satu atau dua atlet. Ia ingin menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten dapat membuat banyak atlet dalam satu tim berkembang bersama.
“Team Taekwondo Derina Winners Club sudah membuktikan di setiap kejuaraan yang diikuti. Bukan hanya satu atau dua orang, tetapi semua anak yang ikut kejuaraan meraih kemenangan bersama,” katanya.
Kepada para orang tua, Derina menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mendampingi anak-anak mereka.
“Terima kasih untuk semua orang tua atlet yang mempercayakan saya untuk membimbing serta mendampingi anak-anak agar bisa berprestasi dan berkembang di Team Taekwondo Derina Winners Club. Bapa Mama terbaik,” katanya.
Dua belas medali itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar angka dalam daftar hasil pertandingan. Ada waktu latihan yang panjang, biaya yang dikumpulkan bersama, mental yang ditempa, dan nama Sikka yang dibawa ke arena.
Dari Tangerang, para atlet itu pulang membawa medali. Tetapi yang lebih penting, mereka membawa pulang bukti bahwa prestasi olahraga dari daerah tidak selalu menunggu keadaan menjadi sempurna. **ah





