Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya

Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:
Foto: Ketua Panitia, Maria Jane Selam

KUPANG, MUTIARA TIMUR — Nuansa budaya Timor begitu terasa dalam Festival Budaya Tingkat Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Festival yang berlangsung pada 12 hingga 14 Agustus 2026 ini menjadi ruang bagi masyarakat Kelurahan Liliba untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat persaudaraan melalui keberagaman seni, budaya dan kreativitas masyarakat.

Ketua Panitia, Maria Jane Salem, dalam laporan pelaksanaan kegiatan Rabu, (12/8/2026) menyampaikan, Festival Budaya Liliba mengangkat nuansa budaya Timur dengan menampilkan kekayaan adat dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur, mulai dari Helong, Semau, Malaka hingga Belu.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat sekaligus merawat identitas budaya Kota Kupang yang dibangun atas keberagaman suku dan etnis.

“Mempererat tali persaudaraan, kebersamaan serta melestarikan seni budaya lokal di tingkat kelurahan,” demikian disampaikan Jane dalam laporan panitia.

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari festival adalah lomba cipta olah pangan lokal, dengan memanfaatkan bahan pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat NTT, seperti ubi dan jagung.

Lomba ini menjadi ruang kreativitas bagi masyarakat untuk mengolah pangan lokal menjadi berbagai menu yang menarik. Selain memperkenalkan kekayaan pangan lokal, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih mencintai dan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di daerah sendiri.

Pangan lokal seperti ubi dan jagung selama ini memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat NTT. Melalui kegiatan tersebut, bahan pangan tradisional tidak hanya dipandang sebagai makanan sehari-hari, tetapi dapat dikembangkan menjadi sajian kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Selain lomba cipta olah pangan lokal, Festival Budaya Liliba juga dimeriahkan dengan pementasan seni dan tarian tradisional, fashion show, serta gelar budaya yang melibatkan masyarakat Kelurahan Liliba.

Kegiatan tersebut turut membuka ruang bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi event budaya untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.

Foto: Ketua Panitia, 

Rangkaian kegiatan sebelumnya telah diawali dengan perlombaan dan kegiatan kebersihan antar-RT pada 10 dan 11 Agustus 2026. Selanjutnya, puncak kegiatan berlangsung selama tiga hari, yakni 12, 13 dan 14 Agustus 2026.

Seluruh rangkaian kegiatan mengedepankan semangat kebersamaan masyarakat Liliba yang dirangkum dalam semboyan “Nekaf Mese, Ansauk Mese”, yang bermakna satu hati, satu jiwa, sehati dan sepikir.

Dalam laporan panitia, disebutkan bahwa pembiayaan kegiatan bersumber dari Pemerintah Kota Kupang melalui PAD Kecamatan Oebobo sebesar Rp20 juta, ditambah swadaya masyarakat, sumbangan LKK serta dukungan para donatur.

Jane menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kelurahan Liliba, aparat keamanan, pemuda-pemudi, panitia serta seluruh masyarakat yang telah menyumbangkan tenaga dan pikiran demi menyukseskan Festival Budaya Liliba.

“Dengan caranya masing-masing telah membantu panitia demi terlaksananya acara ini,” demikian ungkapan apresiasi panitia.

Festival Budaya Liliba turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur masyarakat, di antaranya anggota DPRD Kota Kupang Rosa Linda Uta, Asisten II Kota Kupang Ignasius Lega, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Lurah Liliba Jamat Oibobo, Ketua LPM, para ketua RT/RW, Karang Taruna, anggota DPRD Provinsi dan Kota Kupang, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh adat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap upaya masyarakat dalam menghidupkan kegiatan budaya di tingkat kelurahan.

Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui seremoni, tetapi dapat diisi dengan kegiatan yang memperkuat persatuan, melestarikan budaya, mengembangkan kreativitas serta mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal.

Dengan semangat Nekaf Mese, Ansauk Mese, masyarakat Liliba menjadikan Festival Budaya sebagai ruang bersama untuk merawat keberagaman dan memperkuat identitas budaya Timor di tengah perkembangan Kota Kupang.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka! ** usgo



Baca Juga
Tag:
  • Budaya
Bagikan:
Berita Terkait
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
Berita Terbaru
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
  • Nuansa Culture Timor di Festival Budaya Liliba, Termasuk Lomba Cipta Olah Pangan Lokal
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • Pertalite Langka di Tanah Grogot, Antrean Mengular dan Isu Pengetap Berujung Keributan

  • Program Magang Nasional 2026, BPN Kota Kupang Buka 18 Posisi bagi Fresh Graduate

  • GMNI Sikka Desak Pemda Evakuasi Warga Sikka dari Jayawijaya Usai Serangan Mematikan

  • Kayu Tumbang di Hutan Lindung Egon Gahar Dipersoalkan, KPH Sikka: Bukan Hilang, Dijual untuk Biaya Operasional

  • Donasi Pesepeda Jakarta Rp143,5 Juta Mengalir ke Korban Gempa Flores, Palue Jadi Perhatian

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.