KUPANG, Mutiara-Timur.com – Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, mengajak seluruh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan global serta memperkuat struktur partai hingga ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai fondasi menuju kemenangan pada Pemilu 2029.
Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang yang digelar di Harper Hotel Kupang, Sabtu (1/8/2026).
Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, berbagai persoalan global terjadi secara bersamaan sehingga membutuhkan kesiapan semua pihak.
"Kita tahu situasi global sekarang ini tidak mudah dan penuh tantangan. Ke depan juga tidak akan semakin mudah karena semuanya serba tidak pasti," ujar Jokowi.
Ia menjelaskan, tantangan tersebut berasal dari berbagai faktor, mulai dari perubahan iklim, konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, hingga disrupsi teknologi yang berkembang sangat cepat.
Jokowi juga menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi robot humanoid yang diperkirakan akan membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia beberapa tahun mendatang.
"Kita akan memasuki revolusi Artificial Intelligence dan revolusi robot yang semakin menyerupai manusia. Kalau kita tidak mulai memahami dari sekarang, kita akan tertinggal," katanya.
Meski demikian, Jokowi mengajak seluruh kader PSI tetap optimistis dan terus mendukung program-program pemerintah demi kepentingan rakyat.
"Apapun tantangan yang ada, kita harus tetap optimistis. Kita harus terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta mendukung program-program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Selain itu, Jokowi meminta seluruh pengurus PSI, khususnya di Kota Kupang, agar selalu hadir di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader PSI harus mampu mendengarkan keluhan warga, membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, dan menjadi bagian dari kehidupan sosial sehari-hari.
"Kita harus konsisten berada di tengah-tengah rakyat. Dengarkan keluhan mereka, bantu menyelesaikan persoalan yang ada. PSI harus menghadirkan manfaat yang nyata bagi rakyat," ujarnya.
Jokowi menekankan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh keberadaan kantor atau kepengurusan secara administratif, tetapi oleh struktur organisasi yang benar-benar hidup, aktif, dan bekerja.
Ia menggambarkan kader PSI harus hadir saat masyarakat mengalami suka maupun duka, seperti menghadiri pernikahan, melayat ketika ada warga meninggal dunia, maupun membantu korban musibah.
"Itulah struktur yang fungsional, struktur yang hidup dan bekerja. Bukan hanya memiliki surat keputusan kepengurusan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta seluruh pengurus terus memperkenalkan PSI kepada masyarakat. Menurutnya, tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI masih perlu ditingkatkan sehingga seluruh rakyat mengenal partai, termasuk logo gajah yang kini menjadi identitas PSI.
Ia juga mengapresiasi perkembangan pembentukan kepengurusan partai yang terus meningkat. Namun demikian, pembentukan Dewan Pimpinan Ranting Tingkat Desa (DPRT) masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
"Fokus kita sekarang menyelesaikan DPRT di tingkat desa. Setelah itu kita lanjut membangun struktur sampai ke TPS. Di situlah mesin besar partai akan terbentuk untuk menuju kemenangan besar pada 2029," tegas Jokowi.
Rakorda DPD PSI Kota Kupang tersebut dihadiri jajaran pengurus DPP, DPW, DPD PSI serta kader dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran Jokowi mendapat sambutan antusias dari para peserta yang memenuhi ruang pertemuan Harper Hotel Kupang. ***usgo
