Maumere – Turnamen bulu tangkis bertajuk "Wanita Sikka: Genggam Raket, Ukir Prestasi!" bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara. Di balik setiap pertandingan, PB Freepo membawa misi yang lebih besar, yakni membangun fondasi pembinaan atlet putri secara berkelanjutan agar Kabupaten Sikka mampu melahirkan generasi baru yang berprestasi di dunia olahraga.
Hal itu disampaikan Pengurus PB Freepo, Cindy Cephanie Manek, S.H., M.Kn., saat diwawancarai usai pembukaan turnamen. Menurutnya, keberhasilan turnamen perdana ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembinaan bulu tangkis yang lebih terarah di Kabupaten Sikka.
"Turnamen ini bukan tujuan akhir, tetapi awal dari sebuah gerakan besar. Kami ingin membuktikan bahwa Sikka memiliki potensi atlet yang luar biasa dan perlu terus dibina melalui kompetisi yang berkelanjutan," ujar Cindy.
Ia menegaskan, agenda turnamen tahunan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar jika Sikka ingin melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Menurut Cindy, sedikitnya terdapat tiga alasan utama mengapa turnamen ini harus menjadi agenda rutin.
Pertama, kompetisi yang digelar setiap tahun akan mendorong klub-klub bulu tangkis di Kabupaten Sikka untuk tetap aktif melakukan pembinaan. Tanpa adanya target pertandingan, ritme latihan para atlet cenderung menurun.
"Kalau ada agenda rutin, otomatis klub memiliki target pembinaan. Atlet juga lebih termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan mereka," katanya.
Kedua, turnamen yang terselenggara secara baik akan menjadi modal penting dalam menarik dukungan pemerintah, PBSI, Dispora, maupun dunia usaha untuk bersama-sama membangun pembinaan olahraga di Kabupaten Sikka.
"Kalau kegiatan ini berjalan konsisten dan profesional, sponsor maupun pemerintah akan lebih percaya untuk ikut mendukung pembinaan atlet dalam jangka panjang," jelasnya.
Ketiga, turnamen tahunan menjadi alat ukur perkembangan atlet
"Dari kompetisi inilah kita bisa melihat perkembangan kemampuan atlet setiap tahun. Yang hari ini belum berhasil masih memiliki kesempatan untuk bangkit dan menjadi lebih baik pada turnamen berikutnya," ujarnya.
Cindy mengatakan, tema "Wanita Sikka: Genggam Raket, Ukir Prestasi!" dipilih sebagai bentuk penghargaan terhadap perempuan Sikka yang memiliki semangat, ketangguhan, dan potensi besar untuk berprestasi di dunia olahraga.
Menurutnya, selama ini ruang kompetisi bagi atlet putri masih belum sebanyak atlet putra. Karena itu, PB Freepo ingin membuka jalan agar semakin banyak perempuan berani tampil, berkompetisi, dan mengembangkan bakatnya.
"Kami ingin perempuan Sikka percaya bahwa mereka mampu berdiri sejajar, menunjukkan kemampuan, dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi," katanya.
Agar semangat tersebut tidak berhenti setelah turnamen selesai, PB Freepo bersama PBSI Kabupaten Sikka telah menyiapkan sejumlah gagasan pembinaan jangka panjang.
Di antaranya adalah pemberian beasiswa latihan bagi atlet putri berbakat yang berasal dari keluarga kurang mampu, program pencarian bakat melalui sekolah-sekolah, pembentukan liga internal putri, hingga mendorong setiap turnamen resmi di Kabupaten Sikka menyediakan kategori pertandingan khusus putri.
Selain mencetak atlet berprestasi, turnamen ini juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda.
Menurut Cindy, keberanian, disiplin, daya juang, sportivitas, dan solidaritas menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan kepada setiap peserta.
"Menang dan kalah adalah bagian dari olahraga. Yang terpenting adalah bagaimana atlet belajar bangkit, menghargai lawan, disiplin berlatih, dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.
Turnamen ini diselenggarakan oleh Pengurus PB Freepo, yakni Fitria Wardani dan Cindy Cephanie Manek, S.H., M.Kn., dengan Chyntia Lomi sebagai Ketua Panitia. Melalui tema "Wanita Sikka: Genggam Raket, Ukir Prestasi!", panitia berharap lahir gerakan pembinaan olahraga yang berkelanjutan, sehingga semakin banyak atlet putri Sikka mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi.** arishalilintar
