Mutiara timur – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka berdiri berjam-jam di bawah hujan deras di Lapangan Apel Polres Sikka, Rabu (4/3/2026). Dengan pakaian basah kuyup, mereka tetap bertahan demi satu tuntutan: kejelasan dan keadilan atas kematian siswi Rubit.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan terhadap transparansi penanganan kasus yang hingga kini dinilai belum memberikan jawaban memuaskan kepada publik, khususnya keluarga korban. Mahasiswa menilai, kehadiran langsung pimpinan institusi menjadi langkah penting untuk meredam spekulasi serta menunjukkan tanggung jawab moral di tengah sorotan masyarakat.
Dalam orasinya, salah satu perwakilan massa menyampaikan pernyataan tegas yang langsung menggema di tengah hujan. “Jika rakyat bisa berdiri berjam-jam di bawah hujan demi mencari keadilan, mengapa pimpinan institusi tidak bisa berdiri beberapa menit untuk mendengar?” serunya.
Pernyataan tersebut menjadi titik tekan aksi. Mahasiswa menegaskan bahwa diam bukanlah sikap netral, dan ketidakhadiran dalam momen krusial dapat ditafsirkan sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik. Mereka menuntut komunikasi yang terbuka dan penjelasan langsung terkait perkembangan penyelidikan kasus.
Koordinator lapangan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap nilai kemanusiaan. “Kami tidak datang untuk membuat kericuhan. Kami datang untuk memastikan bahwa setiap nyawa dihargai dan proses hukum berjalan transparan serta profesional,” ujarnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Hingga kegiatan berakhir, mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal proses hukum sampai ada penjelasan resmi yang dinilai komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.
PMKRI Cabang Maumere dan GMNI Cabang Sikka menegaskan, perjuangan mereka bukan sekadar simbolik. Di bawah hujan deras, mereka ingin memastikan bahwa suara keadilan tidak tenggelam bersama derasnya air yang mengguyur Lapangan Apel Polres Sikka. **(arishalilintar)
